Kamis, 06 Maret 2014

*

ada yang lebih kuat dari yang semula kukira paling kuat. ada yang lebih hidup dari yang semula kusangka paling hidup. benar benar ada, bukan hasrat, bukan hidup, tapi lebih dari itu. keberadaannya bahkan tak membutuhkan nama apapun*

Rabu, 05 Maret 2014

*

saputangan basah dan jorok, adalah saputangan yang telah banyak berjasa*

Selasa, 04 Maret 2014

puzzle

siapa yang berminat bicara tentang cuaca. tentunya sepasang manusia yang sangat membosankan. memalukan sekali jika kehilangan kemampuan berkomunikasi dengan seseorang yang begitu sering dipikirkan dan dibicarakan dengan diri sendiri. memalukan. ya. memalukan. cuma itu. semula kuduga bakal berakibat jauh lebih gawat. macam radiasi nuklir atau apapun sejenis itu. paling tidak iritasi pada mata dan saluran udara akibat asap dan debu. ternyata sama sekali tidak begitu. situasi mengerikan yang kubayangkan terjadi ketika kehilangan kemampuan berbahasa dengan normal saat kau berada terlalu dekat, cuma memalukan. masakan cuma memalukan saja yang harus kutanggung karena kesalahan fatal dalam hidupku. lucu. kenapa aku kerap merasa lucu dan tertawa. ya, itu juga memalukan. tapi tak tertahan rasanya. aku menengadah mencari cari sebuah ide yang kuharapkan melayang di dekat keningku untuk kubaca hingga kudapatkan kalimat yang akan membuatmu terpesona. memalukan sekali, sebuah batu menyandung kakiku. tidak adakah waktu lain untuk menjadi memalukan selain saat kau berada terlalu dekat. oh, hidup yang nakal. batu yang dungu. dan kau, kau yang wuahhh. aku harus tertawa, tapi akan terlihat tidak sopan tertawa tanpa sebab. tentu saja ada sebabnya, tapi hanya aku yang tahu. kalau kau tahu akan lebih memalukan dan ditambah tidak bijaksana bagiku. kurapatkan bibirku, kucoba mengatur nafas. menahan tawa ternyata sangat menyiksa, lebih berat dari pada menahan tangis. ah, kenapa tidak memindahkan pusat perhatianku kepadamu saja, itu mudah dan aku sudah sangat ahli mengerjakannya, hanya saja saat kau tidak berada terlalu dekat.
kau, aku mencuri pandang secepat kilat, wuahhh. kukedipkan mataku serupa orang tolol. untung kau tidak menengok. dengan anggun berjalan pelan di dekatku. mestinya kau tahu aku memalukan, tapi kau diam saja, seolah olah tidak tahu. oh, aku meringis sendirian, kau tidak ikut ikutan. ya. memalukan tidak akan membuatku terluka. dan cuacanya mulai berubah, macam jagoan saja bisa berubah. kau menggumamkan sesuatu, atau mungkin telingaku salah sangka begitu. tak masalah. memalukan itu mencakup segalanya yang tidak terlihat dan terdengar jelas. ya. bukan salahmu, apalagi salahku. sekarang, cuacanya benar benar berubah. tapi kau masih wuahhh. sangat tidak membosankan*

payung dan aku

aku yang terkatup pada hari cerahmu
aku yang berjaga saat langit mulai mendung
aku yang terkembang bersamaan gerimis datang
aku yang basah kuyup diguyur deras hujanmu

aku merasa kau merepotkan setiap kali mengajakmu bepergian*

Senin, 03 Maret 2014

*

rasakan, alangkah romantis lagunya. alangkah pening kepalanya. alangkah perih lambungnya. alangkah manis senyumnya. bahkan tanpa diberi kembang pete atau dibelikan batu akik. sudah cukup manis, ditambah satu gelas teh hangat. rasakan, sedikit kemanisan. rasakan. hihihi*


*

sinar lampu terasa asing. menatapku dengan bengong, seolah kami tak pernah berbagi ruang selamanya. memang cahayanya berwarna beda. baru kusadari juga kalau cahaya ternyata punya warna, yang sebelumnya begitu hangat dan bersahabat. mata sembab dan hidung basah juga aneh, tak ada sebab yang menyentuh, yang biasanya menjadi alasan sah untuk menangis atau terharu. sepertinya tubuh dan segenap organ organku sedang melancarkan serangan untuk menyudutkan aku. mau unjuk rasa. mau memberontak. mau menuntut hak. untuk diberi waktu. selama ini, sepertinya aku telah berperan sebagai penjajah atau tuan yang tak berperasaan terhadap diriku sendiri. biar. aku tidak minta maaf. tidak pula berjanji bahwa nantinya akan lebih baik. tubuhku harus belajar menerimaku apa adanya. tak ada pilihan. aku dan tubuhku selamanya akan selalu begini. sekali waktu akan kuterima kemarahan tubuhku kepadaku. dan tubuhku tak bisa lari dariku ketika aku sedang bersikap tidak baik padanya. aku tidak tahu apa ada hubungannya dengan kalimat terkenal, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. aku sedang tidak mampu untuk mencari tahu tentang apapun. satu keuntungannya aku merasa ada yang mengubah penataan cahaya lampu dalam setiap ruang yang pernah kukenal, tidak sama*

Minggu, 02 Maret 2014

*

nostalgia. lama sekali tidak ketemu kata nostalgia. seperti kata kata jadul yang tak lagi populer. kasihan. padahal bunyinya kedengaran merdu ketika diucapkan, nostalgia. mengucapkan nostalgia menjadi awal sederetan benda dan peristiwa yang membuat mata menerawang di kejauhan. sejauh apa. sejauh yang tak dapat disentuh. sebuah benda seberapun besar kenangan yang tersimpan tak akan sanggup menggantikan segala yang telah tiada. nostalgia terindah tidak tersentuh. tidak ada benda. tidak ada sentuhan. hanya ada keindahan. ahh. mbelgedhez. katanya. hahaha. ini apa. dia mengacungkan satu pak sigaret yang hampir kosong. katanya yang kemarin kotak terakhir. hahaha. aku kan konsisten. konsisten untuk tidak konsisten. dia meninju lenganku dengan mesra. kau tak tahu rumitnya konsisten untuk tidak konsisten.
malam ini, akan menjadi nostalgia pada suatu hari kelak.beberapa tulisan yang tidak sempat tertulis. beberapa empati. beberapa pertanyaan konyol dan jawaban songong. aku dan dia hanya sedang membuat sebuah nostalgia bersama, yang tidak dapat diabadikan dalam pigura.
akhirnya dia tertidur, aku merasa ajaib bernostalgia tentang hari kelahirannya. dan segala hasrat yang terbawa dalam jantung kecilnya. benarkah dia berkata dia hanya ingin mengajar, berharap murid muridnya mencari ilmu, bukan nilai, darinya. hahaha. aku tertawa dalam hati.
suatu hari aku akan menjadi ibu, melahirkan anak anak manusia. dan anak anak manusia adalah bunga bunga cinta dan kasih sayang, sebuah kutipan yang menggetarkan. sebuah catatan nostalgia.
tak kusangka sangat menggetarkan ketika jadi nyata. nostalgia mestinya mengabur kemudian menghilang, bukannya menghadirkan apa yang dengan tidak sengaja pernah diharapkan. ya tidak sengaja  kalau dipikir lebih jernih dan hati hati sebuah kenyataan lebih bagus ketika hanya sebuah nostalgia.
bagaimana besok pagi.
i don't know. it's mistery.
nostalgia bisa jadi besok pagi.
misteri. berseri. mungkin mesin waktu menemukanku. serupa kutemukan kata nostalgia, entah di mana*