Kamis, 06 Februari 2014

*

dari debu kembali debu. lucu. aku sempat jadi babu. jadi batu. jadi bulu. hahaha...
adakah yang lebih konyol dari kisah itu.
ada yang pernah susah payah mengubah debu menjadi aku.
oh, itu mudah, sangat mudah. gundulmu. ada yang menggampar kepalaku. mungkin menggambar onar, lapar, sangkar. perhatikan, menggampar, menggambar. kalau dikatakan dengan suara rendah bisa salah dengar.
pb.pb.pb. unik, sanggup menggali imajinasi. setiap hari berlalu secara ajaib. cuma untuk menunggu waktu kembali menjadi debu  gampar dan gambar adalah pekerjaan seni, mesti sepenuh hati. demi memar dan latar bersinar. kau harus membenciku. jangan singkirkan debu sebelum membenciku. ingat, jangan menyapu sebelum membenciku. jangan mandi sebelum membenciku*

*

kebenaran dan aku. mana yang lebih kuat. jika kebenaran lebih kuat, buat apa aku membela kebenaran itu  jika aku lebih kuat, apa perlu kelemahkan diri demi kebenaran itu. kalau kami sama kuat, bisa jadi seru bila sekali waktu bertarung. siapa tahu ada yang mau bertaruh, kebenaran atau aku yang bakal lebih dulu jenuh. kemudian saling bunuh. kebenaran atau aku yang tidak terbunuh, tersisa hanya satu. hingga boleh berkata, akulah kebenaran atau kebenaran itu aku. siapapun yang bukan aku bebas berseru, amit amit jabang bayi, sambil mengelus perut*

Rabu, 05 Februari 2014

*

pelacur hanya menjual tubuh. betapa mulia sangkaanmu. di antara para pembeli tubuh, tak ada yang mau membayar lebih untuk yang lain. pelacur tidak menjual jiwanya. terlalu tidak berharga. lagi pula kebanyakan orang sudah punya jiwa yang serupa*

*

apa kau benar benar perlu menciptakan aku. belum cukup puaskah kau, dengan semua ciptaanmu. kau punya hak penuh. apa kau hanya punya hak melulu. tidak. aku tidak sedang pura pura pilu. tidak kali ini. aku sungguh sungguh ingin tahu. kau tidak wajib memberi tahu, kau tidak perlu menciptakan aku. wah, hebat betul kau. bisa semau mau kau dengan ku, dengan siapa saja yang kau mau. apa aku benar benar mencintaimu, karena kau menciptakan aku. cinta. cipta. tidak perlu panjang panjang, percuma. aku tidak peduli siapapun, cuma kau. haha... ngawur. tidak peduli siapapun, kalau benar begitu kubur aku hidup hidup. mungkin aku bisa menumpahkan dendam pada mahluk menjijikkan yang juga kau ciptakan. biar lidahku tahu rasa. biar lidahku tahu rasa belatung*

*

kalau sedang galau. kalau sedang kacau. kalau sedang meracau.
kau traktir dua gelas es cincau. segelas milikmu, segelas untukku. kubus kubus hitam, mungil, lembut, berenang dalam cairan merah bening. kita saling menyuapkan sesuatu, segar, mirip kenyataan. kotak kotak, hitam, mungil, lembut, dingin, mudah ditelan, tidak usah susah dikunyah. murah, tidak perlu meriah, begitulah seharusnya pesta rakyat jelata. trotoar hangat, yang lalu lalang mencuri pandang. apakah kita sedang pacaran, meredakan panas dalam dengan jajanan pinggiran jalan. penjual es cincau sampai ubanan menunggu kita mengosongkan dua gelasnya.
kalau masih galau. kalau masih kacau. kalau masih meracau.
ku traktir dua bongkah bakpao*

*

kaukah itu. menutup mataku. selendang hitam.
apakah dia. menuntun jalanku. kucing belang.
itu dia. ini aku. rambut panjang. kutu, kan.
sehelai demi sehelai kususuri, hutan kusam.
bau perjalanan. anginkah atau kainkah penyelamatku.
air bah menerjang, tak ada nabi membangun kapal di kepalamu.
diakah kucing belang, cakarnya merenggut.
selendang hitamkah, teluka, dewa perang melotot.geram.
menganyunkan rotan, menurunkan hujan.
batu, jadilah batu, jadilah batu. kutu kan karam.
kucing hitam, selendang belang, bertukar pandang.
ini dia. itu aku. saling memotong kuku di hari minggu*



Selasa, 04 Februari 2014

*

tuliskan yang lain. siur angin. biru langit. yang lain. baju kumal. kuku legam. yang lain. burung dara. harimau jawa. yang lain. bedebah. ibadah. lah*