Kamis, 22 Januari 2015

realita

kupu kupu kecil beterbangan di atas pohon. kubaca setiap kali kuangkat kepala dari kitabmu. berhari hari kucoba menuliskannya untukmu. aku tak tahu, manakah yang lebih lebih mengganggu, keraguan atau hasratku, tentang kesediaan dan kesanggupanmu membaca hatiku.
berhari hari telah berlalu. kupu kupu kecil beterbangan di atas pohon menjadi keniscayaan tak terbantah, kau ada di balik setiap wajah. aku tak tahu, yang tertulis atau yang tidak tertulis, yang lebih meresahkan hatiku jika kaubaca.
kupu kupu kecil di atas pohon, beterbangan, berputar. menyentuh daun daun, berpindah dari ranting ke ranting. tak pernah jauh. seandainya aku tahu, bagaimana dan untuk apa kau menuliskanku. kitabmu menyuruhku membaca. apa saja, setiap wajah.
kupu kupu kecil di atas pohon terlihat ringan, tinggi, rapuh, dan belum pernah kulihat seekorpun kupu kupu kecil terjatuh*