Kamis, 27 Juni 2013

dalam perjalanan ke kebun binatang

komplotan penipu itu belum mati, sehat dan kelihatan bersemangat menjalankan aksi dan misinya sekali lagi. dan sekali lagi berhasil menjual seekor burung istimewa dari irian jaya. burung hebat dan orang orang mujur. misinya berjalan mulus. mereka turun dari bus membawa kemenangan dan banyak uang. kulihat dengan mataku sendiri salah satu dari penipu menyelipkan selembar lima puluh ribu rupiah ke tangan kondektur bus. aku salut,. kerja bagus. burung bersuara luar biasa dan bisa menanggapi kata pancasila yang diucapkan manusia.
kulihat semuanya berjalan sesuai rencana. aku bangga karena melihat tindak kriminal, meskipun ringan, tanpa tergoda menjadi pahlawan, tanpa mencegah suksesnya sebuah misi yang merugikan korban.
bagaimana tidak bangga. aku bukannya tidak peduli, cuma tidak mau bereaksi. tidak terpancing aksi mereka. dengan begitu, aku bisa menyatakan sebuah kesimpulan yang hampir sempurna.
komplotan penipu jelas mendapatkan berkah hari ini. untuk mencukupi kebutuhan, membahagiakan keluarga, mungkin pula sedekah. juga kondektur bus, tambahan lima puluh ribu rupiahnya pasti limayan membesarkan harapannya.
tentang si korban. aku terharu dan bersyukur, ternyata masih ada manusia lugu tahun ini, kebetulan satu bus denganku pula hari ini. keluguan si korban membuatnya tertipu. dan biasanya manusia lugu yang mudah ditipu tidak punya bakat atau hasrat untuk menipu. satu orang jujur sangat berharga untuk seluruh negeri. karena kuluguan dan kejujuran merupakan petunjuk sifat sifat mulia, maka manusia yang menjadi korban tidak akan mendendam, hanya akan istihgfar, karenanya tuhan yang maha baik, tuhan yang sama dengan tuhan yang telah merestui dan melindungi misi kawanan penipu, pasti akan mengirimkan limpahan berkah yang jauh lebih banyak dibanding miliknya yang telah diambil dengan curang oleh kawanan penipu.
dengan melihat tanpa reaksi, aku sendiri telah membuat diriku lebih aman, terhindar dari keributan atau resiko apapun yang mungkin terjadi kalau aku mengambil peran manusia yang peduli sewaktu melihat sesamanya menjadi korban tindak kejahatan.
apa lagi yang kurang, sepertinya semuanya senang, semuanya menang. manusia dan tuhan.
sempat terpikir, mungkin juga karena kebetulan korbannya bukan aku, sama sekali tidak kukenal, bahkan tidak terlihat sosoknya dari tempat dudukku.
hari ini, sekali lagi kumantapkan sebuah dalih atau dalil ya, aku tidak tahu pasti. hanya saja sering terlintas dalam kepalaku atau dadaku, ini juga aku tidak tahu pasti, bahwa pencuri selalu memilih korban yang memiliki sangat banyak. tidak ada pencuri mau susah payah mencuri dari si miskin. koruptor apalagi, pencuri kelas kakap dan sangat cerdas, banyaknya koruptor pada suatu negara bisa jadi isyarat negara tersebut sangat kaya. sebanyak apapun yang berhasil dicuri pada kenyataannya tak pernah sanggup membuat korbannya jatuh miskin. aminn*