sudah ribuan malam bersuara sama. tak tahu kenapa. mungkin peringatan agar tak satupun puisi mengada ada. atau pertanda, bahwa kerinduan pada keabadian, ternyata tidak lebih dari keserakahan untuk memiliki yang tak dapat diraih. sebuah jiwa yang besar, menggelembung oleh rasa takabur. serupa balon, diselubungi selaput berbentuk dan berwarna memikat, yang dipahami sebagai kerendahan hati. ringan, hingga sanggup melayang dan terbang. banyak hal dengan mudah dapat membuatnya meletus, suara gaduh, koyak, kehilangan bentuk. semua mata boleh lupa, menoleh ke lain arah, menemukan bentuk dan warna memikat lain yang masih utuh.
setelah menemukan, kemudian muak, masih dapatkah mengecam seorang pemusnah.
ribuan malam bersuara sama. decak, geram, desah, ketukan, gesekan, desir, detak. gilakah bila mengiris telinga. buah karya mana lagi yang pantas diandalkan, yang menyimpan misteri cara menaklukkan rasa sakit dengan akal sehat*