Jumat, 28 Februari 2014

*

aku tidak menyerangmu. aku hanya menunjukkan padamu betapa tubuhmu dapat menjadi rumahku. dan aku penghuni yang lebih menyayangi kediamanku ketimbang kau.
begitulah bibit penyakit menyombongkan dirinya di hadapan seorang manusia yang sedang tidak berdaya. tidak kuat duduk lama, tidak berselera menyeduh minuman hangat yang pahit atau manis, tidak mampu menyalakan dan menghisap sigaret. ya, biar tahu rasa seorang manusia, kesombongan bisa jadi milik siapa saja, apa saja. hah*

Selasa, 25 Februari 2014

*

baru kutahu rasanya yatim piatu setelah aku jadi ibu. seperti tidak benar. seorang ibu bisakah yatim piatu. yatim piatu adalah tidak memiliki ayah dan ibu, semestinya cuma anak anak yang dapat menjadi yatim piatu. kenapa ada sebutan untuk anak tak berayah ibu, yatim piatu. tapi tak ada sebutan untuk orang tua yang tidak memiliki anak. apakah karena tanpa anak tak ada orang tua, tak ada ayah ibu. sepasang manusia lelaki dan perempuan yang hidup bersama tanpa anak bukan orang tua, tak pernah menjadi ayah dan ibu. sebaliknya tak ada anak tanpa orang tua, semua anak berayah dan beribu, ada atau tiada. setiap anak memiliki ayah dan ibu, mungkin hidup atau mati, tapi pasti memiliki. selanjutnya, kalau mau tahu bagaimana caranya menjadi ayah atau ibu, jawaban mutlaknya adalah dengan lebih dulu menjadi anak. untuk jadi ayah atau ibu setiap manusia harus pernah menjadi anak. bagaimana ibu dapat merasa jadi yatim piatu. karena setiap ibu selalu menjadi anak bagi ayah dan ibunya. terus. dengan merasa yatim piatu siapapun selayaknya merasa memiliki ayah dan ibu. ayah, ibu dan anak yang merasa yatim piatu sebenarnya tahu ia memiliki ayah dan ibu, hanya saja tidak dapat disentuh. maka. merasa yatim piatu boleh disamakan dengan rindu.
hihihi, yatim piatu, rindu. apalagi. paling paling ai lov yu*

*

nasehat paling berguna untuk yang jatuh cinta, hiduplah dengan luka. jika ia menuruti nasehat tersebut ia hidup, jika mengabaikannya ia busuk*

nazar

perancang paling hebat tidak mendengarkan dan tidak mengerjakan saran. tentang perancang paling hebat aku tak gentar sesumbar. jika ada yang tahu, saran siapa yang didengar, lantas dikerjakan perancang kadal, merak, dan burung onta. akan kutelan seekor bulu babi paling besar yang ada di lautan*

:)

kalimat terindah yang kaukatakan membuat senyumku mekar selebar daun kelor, seharum kembang melati; kehujanan. kecapekan. sakit pinggang. kulakan 1juta. untungnya 100ribu. bensinnya 20ribu. makannya 25ribu. gitu kok mau kaya.
mau kaya. kaya pujangga. malahan siapa saja yang dengar pasti mau kaya kita.
baguslah. mau kaya kita. kita mau kaya.
keadilan sedang menunjukkan taringnya.
pamerkan sebatang ranting, terus lempar kuat kuat.
ya, biar keadilan lari jauh jauh mengejar.
biar kita ditinggal berduaan.
kehujanan. kecapekan. sakit pinggang. untung. kenyang. ketawa. kaya kita.
dunia selebar daun kelor berbunga bunga putih*

Senin, 24 Februari 2014

*

tidak membaca menciptakan ketidak tahuan. ketidak tahuan menyebabkan kecintaan. kecintaan mengajarkan pengertian. pengertian menunjukkan kesabaran. kesabaran membuahkan ketekunan. ketekunan memberikan pekerjaan. pekerjaaan menghasilkan pengalaman. pengalaman menunjukkan kemudahan. kemudahan menjadikan kesenangan. kesenangan menikmati kehidupan. kehidupan mengantarkan kematian. kematian meninggalkan kenangan. kenangan memilihkan keindahan. keindahan melukiskan kehilangan. kehilangan menemukan kesunyian.
begitulah telah kucoba, melewati kolong jembatan keledai. serupa semua kolong jembatan, ada keteduhan, meskipun kepanjangan dan kelamaan. akhirnya toh sama sama tiba di tujuan. dari pangkal ke ujung yang terasa menjauh. kebetulan aku punya banyak waktu. punya banyak sesuatu yang akan hilang saat berlalu. banyak waktu. sesuatu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tangan, untuk anak sekolah dasar disebut mata pelajaran ketrampilan. semacam membuat pigura dari tongkat es krim, membuat gambar domba tiga dimensi dengan kapas, beludru dan mata plastik, atau topeng dari campuran kertas koran dam lem kayu. kemudian ibu bapak guru pelajaran ketrampilan akan memberi nilai sebuah hasil karya yang tidak berharga. anak anak sekolah dasar dengan riang membawa pulang hasil karyanya, sepanjang jalan berceloteh dengan teman temannya, saling tanya dan bertukar jawab tentang nilai yang diberikan ibu bapak guru untuk pekerjaan tangannya yang tidak berharga. anak anak sekolah dasar mengerti, pekerjaan tangannya yang tidak berharga mempunyai nilai yang dapat membuat bangga ayah ibunya. ayah ibu akan bersenang hati mengetahui pekerjaan tangan anak anaknya yang masih sekolah dasar bernilai tinggi. tidak berharga, hanya bernilai. kenangan dan pengalaman yang tidak berlebihan, tidakkah cukup menyakinkan bahwa setiap manusia berhati mulia*

fly

mungkin kau terbang. ya, memang klise serupa ompolan bayi. tapi sama sekali tidak menjengkelkan mesti diterima berulang kali. dan ini hari minggu, hari kesukaanku. dan memikirkan kau terbang semacam kebahagiaan. tidak usah hinggap. terbang saja berputar, akan kukejar. sambil tertawa dan menjerit senang. banyak kemungkinan lain, mungkin sama menyenangkan. tapi terbang saja. kemungkinan yang paling tidak mungkin yang paling asyik, paling dapat mengusik. terbang, mengitari pagar, mengitari halaman, mengitari dahan dahan, mengitari jalan jalan, mengitari angan angan, mengitari awan.
kau terbang menyebabkan perjalanan seluruh penumpang pesawat terhambat sejenak, sopir pesawat terbangnya terpana melihatmu melintas secepat kilat. terbangmu tak naik pesawat, tak pakai perangkat paralayang, tak punya sayap. aku akan teriak, woooi, ayo jalan, kepada sopir pesawat terbang yang melongo ketakjuban. kenapa, belum pernah lihat orang menerbangkan orang. halow, belum pernah dengar sekarang jaman edan. sebetulnya aku juga juga heran, bagaimana orang yang tidak dapat menerbangkan orang malah menerbangkan pesawat terbang. biarlah, asal banyak orang senang naik pesawat terbang.
minggu depan, mungkin aku sudah mahir menunggangi sebuah piring yang kuterbangkan. menerbangkan piring kukira tidak sesulit menerbangkan orang. kemungkinan besar, minggu depan, aku naik piring terbang menemani kau terbang*