bagimana kira kira perasaan seorang anak ketika pertama kali mendengar, kemudia paham, ia tak pernah diinginkan oleh orang dewasa yang menyebabkan ia ada.
baik baik saja. ia membaca kitab suci, menggaris bawahi ayat ayat tentang cinta kasih, janji janji sosok bernama tuhan untuk memberikan surga jika ia percaya dan bersikap baik kepada sesamanya.
ia menghabiskan malam panjang seorang diri di ruang tengah, menonton televisi, atau membaca buku buku yang sulit dimengerti.
apa lagi. tidak ada. usianya bertambah dengan normal. tubuh dan jiwanya berkembang sehat. senormal dan sesehat seluruh anak lain di permukaan bumi. ia juga mengerti cara tertawa bahagia dan menangis sedih.
singkatnya tak ada yang kurang atau hilang.
suatu hari ia jatuh hati. juga dengan cara dan gaya wajar. meskipun ia kadang kadang kolokan, menyebalkan dan berusaha keras lebih diperhatikan, semuanya masih dalam batas kewajaran.
bagaimana kira kira perasaan seorang perempuan ketika pertama kali mendengar,kemudian memahami, perkataan kekasihnya bahwa ia sama sekali tidak istimewa.
masih baik baik saja. ia tidak pernah lagi membaca kitab suci, tidak peduli tentang cinta kasih, mengacuhkan semua janji. berusaha bersikap skeptis dan adil kepada semua mahluk dan benda benda yang disentuhnya.
ia menghabiskan malam panjang seorang diri dalam sebuah kamar, mendengarkan musik sambil menulis segala yang disangkanya telah dimengerti.
apa lagi. tidak ada. tubuh dan jiwanya tidak menjadi penyakitan. cukup sehat untuk bisa tertawa bahagia atau menangis sedih. tak ada yang kurang atau hilang.
suatu hari ia berpikir kekasihnya benar, ia sama sekali tidak istimewa. sama persis dengan segenap manusia lain yang bertahan hidup di permukaan bumi.
ia mulai bertanya, kenapa yang tidak istimewa bisa selalu baik baik saja. jika pertanyaan tersebut muncul ketika sedang dilanda kerinduan tingkat tinggi, ia merangkai jawabannya sendiri. karena disayangi oleh seorang kekasih. kekasih istimewa yang masih menyayangi kendati tahu pasti ia sama sekali tidak istimewa. jawaban yang cukup membuatnya tertawa bahagia atau menangis sedih. manapun yang akhirnya dipilihnya dan terjadi, tak akan ada yang kurang atau hilang*
Rabu, 31 Juli 2013
*
ada yang bilang nama adalah doa. itu bisa bikin aku cegukan. tidak cemas tapi cegukan. kau tahu kan bagaimana keadaan manusia saat cegukan. menggelikan, dia akan mencoba banyak cara untuk menghentikan gerak dan bunyi tak wajar yang dihasilkan tubuhnya. meskipun kelihatannya santai, sesungguhnya dia hampir histeris dalam setiap upayanya. pada akhirnya sebelum menyerah dia akan berdoa, memohon yang lebih berkuasa untuk mengendalikan tubuhnya. begitulah doa. pekerjaan putus asa. mereka juga bilang setelah berusaha mengerjakan yang terbaik tinggal berdoa. mereka banyak bicara. hal hal tidak berguna bagi mahluk yang disebut manusia, ciptaan paling sempurna di dunia nyata. sampah atau limbah. mereka yang memutuskan mengandalkan doa sebagai usaha terbaiknya sudah pasti tidak cukup sempurna doa doanya. doa yang tidak sempurna seburuk kutukan. mereka juga punya nasehat supaya berhati hati dengan keinginan, atau harapan, yang biasanya disebutkan dalam doa doa. untuk doa yang terselip dalam nama akan berdampak sepanjang usia penyandang nama. seperti cegukan, tidak ada yang bisa dipersalahkan. manusia boleh bicara atau berpikir apa saja, yang percaya dan bersedia menjadi pengikut bagusnya paham kemungkinan akibat yang mesti ditanggung. cuma itu. aku tak punya niat dan waktu cukup untuk menceritakan semua khayalanku, tentang betapa lucu dan imut dunia yang dihuni manusia manusia tak bernama. kukira kaupun sama, tak punya cukup niat dan waktu untuk mendengarkan khayalan manusia yang tidak suka mengakui telah dikaruniai akal budi*
*
sayang sekali, setiap orang gila keburu kehilangan ingatan, sebelum aku sempat menanyakan kepada mereka bagaimana caranya menuntaskan semua masalah. aku curiga orang gila sengaja membuang ingatannya demi kesehatan nalarnya. karena ingatannya telah terjangkit virus moralitas dari jenis paling ganas dan mematikan. buktinya orang gila kelihatan baik baik saja kendati tidur setengah telanjang tanpa alas di atas trotoar manapun dalam segala musim dan cuaca.
lagi lagi ngoceh tak keruan.
itu tanda tanda kewarasan, bukan kesehatan.
ya, surat kabar tidak pernah memuat berita kematian orang gila.
payah sekali bicaramu.
susahnya tidak berhasil menjadi gila.
tergila gila pada orang gila.
cuma penasaran.
makan saja.
sudah kenyang.
pantas.
akurat.
dasar sarap.
senyum senyum sendiri. dalam hati ingin menangis. hati belum cukup dalam, masih ada tambahan dalam hati. jadi penasaran lagi, kalau orang waras dekat dekat orang gila, yang mana lebih gampang tertular. mana yang lebih cepat mewabah, kewarasan atau kegilaan.
mungkin sama kuat, yang waras jadi setengah gila, yang gila jadi setengah waras.
kedengarannya seperti pendapat yang adil dan optimis.
sepertinya empiris.
ada hubungannya dengan romantis dan manis, seperti seringkali.
semoga belum pagi.
kenapa.
semuanya bakal kembali.
kalau kereta kencananya kembali menjadi labu parang terbesar tak ada yang keberatan.
iya. tapi semua yang gagal menjadi gila keberatan bergaun lapuk.
pada akhirnya toh bahagia.
akhirnya, hore...akhirnya kau berhasil.
apa.
jadi gila.
kok bisa.
kau percaya.
apa.
pada akhirnya bahagia.
oh, itu kan cuma kata kata.
setiap kata bisa jadi mantra.
siapa yang butuh mantra. aku tidak.
aku juga tidak. tapi kebahagiaan. untuk memanggilmu atau aku.
eh lihat, dia terbangun. sekarang dia memandang kita.
bagus, dia pikir, di sana ada dua orang lebih gila dari aku.
hebat. orang gila saja bisa berpikir kita gila.
nalarnya sehat. tidak terpapar virus moralitas.
kau atau aku yang akan duluan menyapanya.
tergantung siapa kau atau aku yang tahu siapa namanya.
ya, begitulah cara menghormati sesama.
nama. nama. nama.
nama*
lagi lagi ngoceh tak keruan.
itu tanda tanda kewarasan, bukan kesehatan.
ya, surat kabar tidak pernah memuat berita kematian orang gila.
payah sekali bicaramu.
susahnya tidak berhasil menjadi gila.
tergila gila pada orang gila.
cuma penasaran.
makan saja.
sudah kenyang.
pantas.
akurat.
dasar sarap.
senyum senyum sendiri. dalam hati ingin menangis. hati belum cukup dalam, masih ada tambahan dalam hati. jadi penasaran lagi, kalau orang waras dekat dekat orang gila, yang mana lebih gampang tertular. mana yang lebih cepat mewabah, kewarasan atau kegilaan.
mungkin sama kuat, yang waras jadi setengah gila, yang gila jadi setengah waras.
kedengarannya seperti pendapat yang adil dan optimis.
sepertinya empiris.
ada hubungannya dengan romantis dan manis, seperti seringkali.
semoga belum pagi.
kenapa.
semuanya bakal kembali.
kalau kereta kencananya kembali menjadi labu parang terbesar tak ada yang keberatan.
iya. tapi semua yang gagal menjadi gila keberatan bergaun lapuk.
pada akhirnya toh bahagia.
akhirnya, hore...akhirnya kau berhasil.
apa.
jadi gila.
kok bisa.
kau percaya.
apa.
pada akhirnya bahagia.
oh, itu kan cuma kata kata.
setiap kata bisa jadi mantra.
siapa yang butuh mantra. aku tidak.
aku juga tidak. tapi kebahagiaan. untuk memanggilmu atau aku.
eh lihat, dia terbangun. sekarang dia memandang kita.
bagus, dia pikir, di sana ada dua orang lebih gila dari aku.
hebat. orang gila saja bisa berpikir kita gila.
nalarnya sehat. tidak terpapar virus moralitas.
kau atau aku yang akan duluan menyapanya.
tergantung siapa kau atau aku yang tahu siapa namanya.
ya, begitulah cara menghormati sesama.
nama. nama. nama.
nama*
Selasa, 30 Juli 2013
*
kalau kuminta, maukah kau menjadi manusia biasa sesekali saja. tidak selalu, hanya sesekali, pada saat aku ingin bicara denganmu. dunia di luar sana hiruk pikuk dan semrawut. memang menjijikkan. menikmati kejijikan dekat ka arah sensualitas. kegemaranmu, kesukaanku. untuk semua kenikmatan itu kau hanya perlu satu dua kali bereaksi seperti orang kebanyakan, apa susahnya. tertawa, menangis, terkejut, terpesona, terpedaya, terbujuk, semua orang dapat melakukannya tanpa latihan. dan aku akan begitu terhanyut perasaan saat kau rela berpaling sejenak dari layar monitormu untuk melihat dan mendengar, kalau diringkas, memperhatikan, setiap suara dan gerakanku. tahukah kau, alangkah sulitnya merancang sebuah komunikasi tak direncanakan. baiklah, biar saja aku semakin gigih berjuang untuk memenangkan satu percakapan. kau benar, lagi lagi kau benar, aku tak perlu meraih gelar miss world atau miss universe, ada perempuan lain yang lebih menginginkannya dari padaku. aku terpaksa tertawa karena tidak mampu tidak tertawa, waktu kaubilang, sebaiknya aku ikut serta kalau ada pemilihan miss komunikasi, peluang kemenangku besar sekali. hahaha. lucu, sebagai kandidat terbaik miss komunikasi tak kutemukan kata lain yang lebih tepat. lucu. hasratku untuk menyentuh hatimu tidak semudah mengatakan i lov u*
Senin, 29 Juli 2013
*
tidakkah kau merasakan hal yang sama. bahwa hidup terlalu berharga untuk ditukar dengan seisi dunia. kalau ingatanku belum diburamkan masa lalu atau disamarkan masa depan, sekarang juga akan kukatakan dengan pasti, kau dan aku pernah sepakat dalam segala hal. termasuk sepakat bahwa kau dan aku tidak membutuhkan kesepakatan apapun*
*
keinginan menulis semakin tak tertahan ketika tidak tahu apa yang harus ditulis. memikirkan tulis menulis, sedang kucari tahu apakah aku dan tulisanku benar benar saling membantu. mengerjakan sesuatu tanpa tujuan sangat mengasyikkan, salah satu kesenangan yang sanggup menyaingi kekayaan, material juga spiritual. sedang kucoba buktikan untukku. paling tidak kegiatan menulis selalu terasa lebih terhormat ketimbang retail terapi, apapun obyeknya. lagian menghamburkan kata kata sebanyak apapun tak bakal bikin bangkrut. cara pandang yang mengharukan, cuma orang melarat yang punya. menulis banyak menjadikanku banyak membaca. membaca tulisan sendiri tidak perlu menyisihkan anggaran lebih untuk membeli buku. apa namanya tidak bijaksana. karena pertimbangan serupa, tenggang rasa dan tidak ingin membebani pihak lain yang berhasrat besar menulis tanpa mampu banyak membaca, kusimpulkan bahwa industri penerbitan adalah bagian terburuk dalam bidang kesusastraan. tentu saja tak pantas mengatakannya kepada pihak pihak yang bersangkutan, kebenaran lebih kejam dari kesalahan. mengenal kesalahan menjadi awal pencarian kebenaran. sementara untuk manusia manusia solitair, egois dan hedonis macam aku, tidak usah mencari, apakah itu kebenaran, tinggal membalik badan, menengok ke kiri atau kanan, membuka atau menutup mata, kebenaran akan datang mengejutkan. seperti seorang kakek yang ketagihan melihat gelak tawa cucunya dari balik surat kabar. semuanya serba instan, tak perlu dipikir dan diuraikan lebih panjang, sret, sret, jadilah kegembiraan, sendiri dan menikmati sepenuh hati. whatever, kelihatannya keren kalau bilang begini. whatever, kutulis ini ketika aku tak tahu apa yang harus kutulis. tanpa niat mengintimidasi kenyataan selama berabad abad, kutuliskan, sekali lagi ketika aku tidak tahu harus menulis apa. dengan kepala dan jiwa besar, kusadari tulisanku mungkin berbeda pada saat tahu pasti harus menulis apa. semudah menggerakkan kepala dan kelopak mata, akan kusampaikan pandangan berbalik arah kapan saja kudapatkan pilihan atau tawaran lebih menguntungkan dalam bentuk material atau spiritual. masih kuingat benar, konon ketidak pastian adalah ciri ciri kebijaksanaan manusia. adakah yang lebih sempurna dari manusia*
Langganan:
Postingan (Atom)