Jumat, 06 September 2013

*

terlalu banyak kecemasan untuk esok pagi. untuk sesuatu yang akan menjadi begitu sederhana dan ringan. serupa ayunan tanganmu yang menggenggamku. kau selalu berbisik tanpa bunyi, sayang esok pagi cuma akan jadi hari ini. aku berkata, masih ada esok pagi yang lain. masih tanpa bunyi, kau mengganti irama gerak tanganmu, semua esok pagi cuma akan jadi hari ini. kalau begitu aku ingin mati. terdengar seperti doa dalam hatimu, terjadilah kehendakmu di surga seperti di bumi.
kerinduan tidak atau belum membunuhku pada hari ini yang terjadi esok pagi. tangan tangan saling genggam berayunan melontarkan dan menopang yang lebih sederhana dan ringan dari pada keheningan*

*

kita harus bicara. tentang hal hal yang sama berulang ulang. mengambil jarak dengan kemarin tanpa satuan detik atau milenium. lalu menghela napas lega. ternyata. tidak apa apa. tiada. tepat seperti kuangankan. kursi malas rotan berbaring dekat dinding menopang keraguan dan rasa aman. membuai ingatan. kita masih kecil, bicara tanpa takut benar salah. kalau ada yang paling seram tentu setan abu abu. dan aku tidak heran. hanya sedikit pening saat melihat gambar zebra. alangkah jenaka. alangkah jenaka. kita mestinya tertawa. lebih banyak tertawa. tertawa berulang ulang tentang hal hal yang sama. misalnya kulit pisang, pantat, kaca mata dan sepatu kuda. alangkah jenaka*

*

ada yang menyanyi. selalu ada yang menyanyi di muka bumi. dengan tangan atau kaki. dengan suara sembunyi sembunyi. selalu ada nyanyian untuk yang mendengar lengan dan lutut. mungkin pernah mungkin terlupa. semua kembali untuk menemui yang tidak berlalu. kerisauan tidak membunuh sepasang rajutan. pembungkus tangan dan kaki kecil. pemilik ketiadaan, aku di sini. melamun dalam tidur sambil mendengar sebuah lagu terbenam*

Selasa, 03 September 2013

*

setelah berkali kali pulang. aku mulai membutuhkan rumah. serupa lukisan klasik. sebuah sudut. meja kecil, lampu baca. lambaian tirai menghias sebingkai kaca. sebuah kursi, sebuah buku, yang menungguku meninggalkan ruang. supaya bisa sendirian dan saling bertukar cerita perjalanan. kumulai dengan sebuah rumah yang tersesat ke dalam jantungmu hingga melupakan alamatnya, arahnya menghadap dan kepulangan yang berulang. warna teduh menatapku dari balik kaca bertirai awan*

*

manusia berjalan beriringan. sendiri atau berteman. ada berapa jalan. ada berapa jalan. tiang tiang besi menyangga cahaya. di sini, entah di mana. kesepian bernyanyi. lagu kehidupan. bersahutan. ada berapa jiwa. ada berapa jiwa. pintu pintu mengatup, menelan rindu. jalan jalan pulang. jiwa terbenam. dinding batu kelabu. angin meraung, menirukan suara getaran ekor cicak dan sayap serangga serangga kemalaman. dering yang patah. berebut tempat di ujung sigaret. gemeretak lembut sepanjang hisapan. berjalan beriringan. berteman atau sendirian. manusia atau jam sebelas malam melubangi asap*

*

secangkir kopi baru kuseduh. aku tahu pasti, masih selalu secangkir kopi persis kemarin. sama hitam, sama tabah. diam di atas meja. tidak mengacuhkan takdirnya, akan berarti, menemui rongga mulut segera. atau akan tergeletak hingga besok pagi. terlupakan. kutinggalkan bersama kesadaran. adakah yang setia macam secangkir kopi, setia dan tidak bicara. setia dan sabar, sekaligus siap sedia menanggung segala. pagi hari, kutemukan secangkir kopi sehitam dan sediam waktu pertama kulihat, hanya uap dan kehangatan menghilang. ingin kupeluk dan kubisikkan, maaf, aku melupakanmu semalam. letihkah kau menanti. seperti mengerti, secangkir kopi menemaniku kembali malam ini. hitam dan diam. segera menyuguhkan uap dan kehangatan*

Minggu, 01 September 2013

*

seribu langkah.
seratus.
sepuluh.
satu.
langkahku atau langkahmu.
sembilan langkahmu bisa jadi sepuluh langkahku.
makanya aku tidak suka menghitung angka.
tak ada angka di sana.
angka bisa jadi kata.
bagaimana kalau tempat dan waktu.
ada beda waktu pada tempat itu.
kita samakan waktu dan tentukan tempatnya.
banyak hal bisa menghambat perjalanan dan mengacaukan arah.
bagiamana kalau jalan bersama.
jalannya terlalu sempit. sehelai rambut dibelah tujuh..
rambutmu atau rambutku.
tidak ada bedanya.
aku tidak suka menghitung angka.
tidak ada angka di sana.
sepertujuh sehelai rambut. absurd.
bagaimana kalau tidak ke mana mana.
memangnya kita di mana.
di mana mana.
tidak bisakah kau berusaha.
aku berusaha sangat keras.
berusaha keras tidak sepakat.
tidak. berusaha keras tidak menghentikan perdebatan.
untuk apa.
tidak kehilangan kesunyian.
untuk apa kesunyian itu.
untukmu*